Sabtu, 04 Februari 2012

الباب الاوّل من الثلاثي المجرّد

Setelah kita menghafalkan Nadhom wazanya fi'il tsulasi mujarod sekarang mari kita belajar dari setiap babnya fi'il tsulasi mujarod    
Bab yang pertama yaitu فَعَـــلَ يَفْعُــــلُ tandanya dengan dibaca fathah A’in fi’il didalam fi’il madhinya dan di baca dhomah a’in fi’il didalam fi’il Mudhore’nya. Pada bab satu ini kebanyakan yang masuk kebanyakan adalah fi’il Muta’adi dan terkadang juga berupa fi’il lazim namun sedikit. Keterangan fi’il muta’adi dan lazim sudah diterangkan diatas .back to the laptop ……
Bab yang pertama ini didahulukan dari pada bab yang kedua karena:
1.      Pada bab pertama bahasanya dan maknanya lebih banyak digunakan dari pada bab yang kedua
2.      Karena bab pertam a’in fi’il pada fi’il mudhore’ dibaca dhomah sedangkan pada bab dua dibaca kasroh, dan dhomah itu lebih kuat kuatnya harokat sehingga yang kuat didahulukan dari pada yang lemah dan karrena dhomah berada  diatas sedangkan kasroh berada dibawah maka yang atas lebih mulia sehingga didahulukan.
Tidak semua bina’ bisa masuk pada bab yang pertama namun hanya bina’ shoheh, bina’ ajwaf wai, naqis wawi, bina’ mudho’af  yang menunjukan ma’na muta’adi, dan bina’ mahmuz fa’. Sedangkan selain bina’ tersebut tidak bisa masuk pada bab yang pertama.
Lafadz يَفْعُــــلُ kenapa ya kok ya’ dibaca fathah……?
Begini ceritanya kenapa ya’ pada lafadz يَفْعُــــتلُ dibaca fathah pada huruf mudhoro’ah nya. Alasannya adalah  ya’ berat menyandang harokat dhomah karena dhomah adalah berat-beratnya harokat dan fathah adalah ringannya harokat sehingga kalau ya’ dibaca dhomah maka akan semakin berat dan orang arab akan semakin keberatan dalam mengucapkannya makanya dibaca fathah.
Pada fa’ fi’ilnya lafadz يَفْعُـــلُ disukun alasannya seperti yang sudah saya jelaskan diatas yaitu karena kalau tidak disukun akan berkumpul empat harokat berturut-turut dalam satu kalimat dan kalau berkumpul empat harokat dalam satu lafadz akan sulit dalam pengucapannya, walaupun ya’ bukan merupakan huruf asal tetapi ya’ yang merupakan huruf mudhoro’ah [1] apabila sudah berkumpul dengan fi’il maka akan menempati dalam satu kalimat.
Kenapa yang disukun kok  fa’ fi’il pada fi’il mudhore’ kok gak ya’ saja yang bukan merupakan huruf asal? Kalau yang disukun ya’ huruf mudhoro’ah maka akan kesulitan membaca huruf mati yang berada diawal kalimat.
Kenapa yang disukun kok  fa’ fi’il pada fi’il mudhore’ kok gak A’in fi’il  saja? Karena jika Ain fi’il disukun akan hilang tandanya lafadz tersebut yang mana A’in fi’il merupakan tanda dalam setiap wazan seperti keterangan diatas. Dan tidak lam fi’il yang disukan karena lam fi’il merupakan Mahalul I’rob.
Catatan:
F  Dalam kitab tashrif setiap bab selalu diberi wazan yang letaknya paling atas gunanya untuk menimbang mauzun dalam semua tashrifnya mauzun mulai dari fi’il madhi, mudhore’ dan seterusnya.
F  Dalam tashrif istilahi ada lafadz فهو  dan وذاك  ini tidak merupakan shighot tetapi diikutkan dalam tashrif seperti lafadz فهو  yang diikut sertakan pada isim fa’il dan lafadz وذاك  diikut sertakan pada isim maf’ul . Hal ini dikarenakan isim fa’il itu hukumnya marfu’ (dibaca Rofa’) dan isim maf’ul itu hukumnya manshub (dibaca nashob) maka agar ada kesesuaian lafadz فهو   yaitu isim dhomir yang juga marfu’ di ikut sertakan dalam isim fa’il. Begitu juga lafadz وذاك  yaitu isim isyaroh yang hukumnya manshub di ikutkan pada isim maf’ul yang juga manshub agar ada kesesuaian.

وسوف يتحقق النجاح من خلال النضال
“Kesuksesan akan kita capai dengan perjuangan”
Perjuangan harus pula disertai Do’a


[1] Huruf mudhoro’ah jumlahnya ada empat yang terkumpul dalam lafadz انيت

3 komentar:

mohon dicontohkan lafadz yg bisa masuk pada bab 1,selain yang ada di kitab tasrif karangan KH.M.Ma'shum.. Matur Nuwun sak derenge,,

contoh lainya seperti lafadz كتب يكتب أخذ يأخذ دعا يدعو حبّ يحّب قال يقول

untuk mengetahui suatu kalimat masuk dalam bab I, II dan seterusnya tu gimana kang??
kalo boleh tau kitab yang membahas faedah2 tiap bab dalam amtsilat tashrif tu apa ya kang??

Poskan Komentar