Senin, 30 Januari 2012

WAZAN, MAUZUN, MUTHOBAQOH dan BINA’


pada postingan terdahulu sudah saya tulis tentang macam-macam shighot sekarang mari kita belajar tentang wazan, mauzun dan bina'
A.      Wazan
Wazan adalah lafadz-lafadz yang dijadikan timbangan (standar) untuk membandingakn huruf yang berharokat dengan huruf yang berharokat, serta huruf yang mati dengan huruf yang mati, yang huruf asalnya berupa Fa’ Ain dan Lam [1]
Contoh: فَعَلَ    يَفْعُلُ    فَعْلاً       وَمَفْعَلاً    فَهُـوَ    فاَعٍلٌ  
                نَصَرَ  يَنْصُرُ  نَصْراً     وَمَنْصَراً  فَهُـوَ   ناَصٍرٌ    

Dalam contoh ini lafadz فَعَلَ    يَفْعُلُ     dijadikan wazan yang artinya timbangan untuk membandingkan huruf yang berharokat dan yamg mati pada lafadz    نَصَرَ  يَنْصُر dan lafadz yang ditimbang yaitu lafadz  نَصَرَ  يَنْصُر itu dinamakn mauzun.
Para ulama memilih lafadz فَعَلَ itu sebagai wazan karena hurufnya mencakup tiga makhroj yaitu fa’ makhrojnya dari bibir (syafah) huruf Ain makhrojnya dari tenggorokan (halaq) dan huruf lam makhrojnya dari Mulut (fam) disamping itu makna lafadz فَعَلَ (bekerja) itu merupakan paling umumnya makna seperti lafadz نَصَرَ (menolong) bias diucapkan pekerjaan menolong lafadz قعد  (duduk) bias diucapkan pekerjaan duduk [2]

B.       Muthobaqoh
Muthobaqoh Yaitu lafadz yang disebutkan dalm kitab amtsilatus tashrifiyah yang sesuai dengan lafadz yang ditanyakan dalam segi wazan, bina’, bab, shighot dan waqi’nya (mufrod,tasniyah atau jama’) [3]
C.       Bina’
Bina’ adalah bentuk kalimat dengan memandang huruf asalnya ( fa’ ain dan lam fi’ilnya) .
Secara global bina’ itu dibagi menjadi 2 yaitu:
1.      Bina’ salim
Bina’ salim adalah lafadz yang huruf asalnya selamat dari huruf ilat, hamzah dan tasydid
2.      Bina’ ghoiru salim
Bina’ salim adalah lafadz yang huruf asalnya tidak  selamat dari huruf ilat, hamzah dan tasydid

Bina’ salim itu sama dengan bina’ shoheh tetapi menurut imam az zanjadi dan sebagian ulama’ shorof  yang berpendapat bahwa bina’ salim itu berbeda dengan bina’ shoheh.  Perbedaanya adalah Bina’ salim yaitu lafadz yang huruf asalnya selamat dari huruf  ilat. Jadi kalau menurut imam zanjadi bina’ mudho’af dan bina’ mahmus termasuk bina’ salim.



 Bina’ dalam fiil tsulasi dibagi menjadi 7 (tujuh). dengan uraian sebagai berikut;
1.      Bina’ Shohih ialah lafadz  yang huruf asalnya sepi dari huruf ilat(wawu,alif dan ya) hamzah dan huruf yang digandakan (tasydid) Bina’ ini terdapat pada setiap babnya fiil. Seperti lafadz نصر , ضرب , شجع
2.      Bina’ Mudlo’af  ialah kalimat yang ‘ain fiil dan lam fiilnya berupa dua huruf yang sama .(bila terdapat pada Fi’il Tsulatsi mujarrod atau mazid).
Seperti lafadz:
  مَدَّasalnya   مَدَدَ ikut wazan فَعَـلَ (fi’il tsulasi mujarod)
Ø  Mim dinamakan Fa’ fi’il
Ø  Dal yang pertama dinamakan Ain fi’il
Ø  Dal yang kedua dinamakan lam fi’il  
  اِمْتَدَّ asalnya اِمْتَدَدَ  ikut wazan اِفْتَعَلَ (fi’il tsulasi mazid)
Ø  Hamzah dinamakan huruf zaidah
Ø  Mim dinamakan fa’ fi’il
Ø  Ta’ dinamkan huruf zaidah
Ø  Dal pertama dinamakan a’in fi’il
Ø  Dal kedua dinamakan lam fi’il
Bina’ Mudho’af  jika berada pada fi’il Ruba’I mujarod ataupun Mazid ialah kalimat yang fa’ dan lam fi’il awal berupa huruf yang sejenis serta a’in dan lam fi’il yang kedua berupa huruf yang sejenis pula.
Contoh:
                           زَلْزَلَ    فعلل     (fi’il ruba’I mujarod)
F  Za’ awal dinamakan fa’ fi’il
F  Lam awal dinamakan a’in fi’il
F  Za’ kedua dinamakna lam fi’il awal
F  Lam kedua dinamakan lam fi’il tsani

                           تَفعلل     تَزَلْزَلَ  (fi’il ruba’i mazid)
F  Ta’ dinamakan huruf zaidah
F  Za’ awal dinamakan fa’ fi’il
F  Lam awal dinamakan a’in fi’il
F  Za’ kedua dinamakna lam fi’il awal
F  Lam kedua dinamakan lam fi’il tsani

Dinamakan Bina’ mudho’af yang secara bahasa artinya adalah ganda sehingga dinamakan bina’ mudho’af
Bina’ mudho’af didahulukan dari pada bina’ mahmuz karena bina’ mudho’af lebih dekat dengan bina’ shoheh lantaran sedikit berubah-ubah [4]
Bina’ mudlo’af pada fiil mujarrod hanya masuk pada bab 1, 2 dan 4 sedangkan pada bab 5 hukumnya jarang
3.      Bina’ Mahmuz  ialah kalimat yang salah satu huruf asalnya terdapat huruf hamzah. Bina’ ini seperti bina’ shohih yakni masuk di setiap babnya fiil tsulasi mujarrod.
F Kalau hamzah bertempat pada fa’ fi’il dinamakan mahmuz fa’ seperti lafadz أخذ
F Kalau hamzah bertempat pada A’in fi’il dinamakan mahmuz A;in seperti lafadz سأل
F Kalau hamzah bertempat pada lam fi’il dinamakan  mahmuz lam seperti lafadz نشأ
4.      Bina’ Mitsal   ialah kalimat yang fa’ fiilnya berupa huruf ‘illat. Apabila berupa huruf ‘illat wawu disebut mitsal wawi dan berupa huruf ‘illat ya’ disebut mitsal ya’i. Bina’ ini terdapat pada setiap bab kecuali bab 1 dari fiil tsulasi mujarrod. Dinamakan bina’ mitsal karena fi’il madlinya menyerupai dengan bina’ shoheh didalam kuatnya menyadang harokat seperti lafadz  وعد , يسر
5.      Bina’ Ajwaf   ialah kalimat yang ‘ain fiilnya berupa huruf ‘illat. Apabila berupa huruf ‘illat wawu disebut ajwaf wawi dan berupa huruf ‘illat ya’ disebut ajwaf ya’i. Bina’ ini pada fiil tsulasi hanya ada pada bab 1, 2 dan 4. adapun lafadzطال   mengikuti bab 5 hukumnya syadz.
Dinamakan bina’ ajwaf karena huruf yang tengah tidak berupa huruf shoheh seakan akan seperti perut yang tengahnya kosong
6.      Bina’ Naqis    ialah kalimat yang lam fiilnya berupa huruf ‘illat. Apabila berupa huruf ‘illat wawu disebut naqis wawi dan berupa huruf ‘illat ya’ disebut naqis ya’i. Bina’ ini masuk pada bab 1, 2, 4 dan 5.
Dinamakn bina’ naqis karena huruf akhirnya berkurang dari huruf shoheh sehingga dinamakan bina’ naqis yang secara lughot artinya berkurang.
7.      Bina’ Lafif     ialah kalimat yang fa’ dan lam fiilnya berupa huruf ‘illat (disebut lafif mafruq) dinamakan bina’ lafif mafruq karena dua huruf ilat yang bersamaan tersebut terpisah oleh huruf shoheh
atau kalimat yang ‘ain dan lam fiilnya berupa huruf ‘illat (disebut lafif maqrun). Dinamakan bina’ lafif maqrun karena dua huruf ilat yang bersamaan tersebut tidak terpisah. Bina’ ini masuk pada bab 2, 4 dan 6
Mari kita hafalkan macam-macamnya bina’ yang telah kita baca mulai awal tadi. Untuk lebih mudah mengahfalnya mari kita lantunkan nadhom dibawah ini.

صَحِيْحَةٌ مِثأَلَةٌ مُضاَفُ # لَفِيْفُ ناَقِصٌ مَهْمُوْزُ اَجْوأفُ

 Sopo yo seng suarane penak dewe……?


[1] Talhis Al-Asas. Hal. 7
[2] Talhish Al-Asas hal 7
[3] Minhatu dzi jalal hal.3
[4] Talhish Al-Asas hal 56

1 komentar:

Poskan Komentar